15/04/2013

Film Bahasa Asing (Non Hollywood) Terbaik Versi Ane

13:46:00


Berikut ini Ane udah menghimpun beberapa Film Bahasa Asing Non Hollywood Terbaik versi Ane. Sekali lagi Ane tegasin kalo ini adalah Film Bahasa Asing (bukan Bahasa Indonesia) Non Hollywood Terbaik versi Ane. Sudahlah, Gak usah berlama lama dan banyak basa basi. Langsung aja gan, Film Asing terbaik versi Ane mulai dari Special Honour dulu
Special Honour

Spoilerfor Special Honour:
IP MAN (Hongkong / 2008)

Film ini menceritakan tentang perjalanan hidup IP MAN ( Guru Bruce Lee). Film yang dibintangi Donny Yen ini berhasil meraih banyak penghargaan. Menurut ane, secara sinematografi film IP MAN 1 lebih bagus dari IP MAN 2. Film ini berfokus pada peristiwa dalam kehidupan Ip yang konon terjadi di kota Foshan selama Perang Sino-Jepang . Film ini disutradarai oleh Wilson Yip , dan dibintangi Donnie Yen, dengan koreografi seni bela diri oleh Sammo Hung . Para pemain pendukung meliputi Simon Yam , Lynn Hung , Xing Yu dan Hiroyuki Ikeuchi . Ip Man perdana di Beijing pada tanggal 10 Desember 2008, dan dirilis teatrikal di Hong Kong pada tanggal 19 Desember 2008, menerima pujian luas dari para kritikus dan penonton. Sebelum rilis film itu, Raymond Wong mengumumkan bahwa akan ada sekuel, sebuah angsuran kedua berjudul Ip Man 2 , dirilis pada bulan April 2010. Ip Man meraup lebih dari US $ 21 juta di seluruh dunia, meskipun tidak dirilis di Amerika Utara dan sebagian besar Eropa. Menyusul keberhasilan, film ini dinominasikan untuk 12 Hong Kong Film Awards , memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik dan Best Action Choreography .

Quote:
Spoilerfor nomer 7:
3 IDIOTS (India / 2009)

Mungkin sebagian dari agan udah pernah nonton film ini. Film ini adalah film bagus dan jenius. Nggak ada humor-humor lebay khas india. Ga ada nyanyi-nyanyi dan joget ga jelas. jadi berasa ga nonton film India, ya kan? Sementara dalam film ini, kita tetap bisa menikmati humor-humor lebay bin ajaib itu. Tetap ada adegan nyanyi dan joget yang komikal, dan kadang ga masuk akal itu.Dan yang terpenting, ceritanya ngena. Terutama untuk anak-anak kuliahan yang tidak menikmati perkuliahan mereka.
Film ini menceritakan tentang tiga orang sahabat yaitu Rancho, Raju, dan Farhan. Mereka tercatat sebagai mahasiswa pada Imperial College of Engineering, yang harus tinggal di asrama hingga selesai menempuh pendidikan. Seperti layaknya jalinan persahabatan lainnya, ketiga pemuda itu melewati hari-hari mereka dalam suka dan duka. Rancho yang merupakan tokoh sentral pada film ini membuktikan bahwa meskipun termasuk mahasiswa bandel, bukan berarti tidak berotak encer.

Dalam hal pendidikan, ketiga mahasiswa itu menyadari bahwa masa depan mereka tidak terletak pada buku-buku teks kuliah, karena yang terpenting justru mengejar mimpi. Di kampus, mereka mempunyai seorang rektor bernama Viru, yang merupakan sosok ortodoks, kolot, keras kepala, dan tidak mempunyai belas kasihan. Alhasil, Viru menjadi musuh bersama. Tidak hanya itu, keberadaan Chatur Ramalingam terasa begitu menyebalkan bagi Rancho, Raju, dan Farhan, karena menghalalkan berbagai cara untuk menjadi nomor satu di kampus.

Dalam satu kesempatan, Rancho mempermalukan Chatur di depan Viru dan teman-teman sekampus. Lantaran kesal, Chatur menantang Rancho, Farhan, dan Raju bahwa 10 tahun ke depan, dia akan lebih sukses dibanding mereka. Hari berganti, tak terasa setelah beberapa tahun lamanya ketiga sahabat itu terpisah. Raju yang akhirnya bertemu Farhan berusaha mencari Rancho. Mereka pun mendapati kenyataan bahwa Rancho yang selama ini mereka kenal ternyata adalah seorang joki.
Film ini cukup menarik menurut Ane. Film ini layak buat ditonton buat hiburan.

Quote:
Spoilerfor nomer 6:
The Host (Korea / 2006)

Ya, ini film Korea. Biasanya Ane paling anti sama film dan drama Korea. Tapi film yang ini memang beda. Ceritanya bukan soal cinta cintaan atau tentang kerajaan jaman dulu Awalnya Ane fikir ini film Jepang. Tapi Ane Bener Bener salah. Mungkin ini satu satunya film Korea yang Ane suka. Film yang menggabungkan komedi dan drama, serta monster di dalamnya ini benar-benar tak terlupakan. Didukung teknologi yang mumpuni, monster yang berkeliaran dan mengamuk di tengah kota terlihat meyakinkan. Ga kalah sama efek-efeknya film Hollywood.
Film ini menceritakan tentang seekor hewan yang terkena limbah tersebut bermutasi menjadi monster yang menakutkan yang muncul di Sungai Han. Salah satu saksi yang menyaksikan penampakan monster yang meminta nyawa manusia itu adalah Kang-do, tanpa sadar kalau putrinya Hyeon-seo menjadi salah satu incaran. Meski berusaha, pria itu gagal menyelamatkan putri kesayangannya yang langsung dibawa pergi dan diduga telah tewas.
Kang-do lalu dikarantina karena sebagai satu-satunya orang yang melakukan kontak dengan mahluk misterius itu dan selamat, ia diduga membawa virus berbahaya yang ditularkan monster tersebut oleh para ahli. Ketika dikarantina di rumah sakit, mendadak ia mendapat telepon yang memberitahu kalau Hyeon-seo masih hidup.
Akhirnya bersama beberapa anggota keluarganya, ia berhasil meloloskan diri dari rumah sakit dengan satu tujuan : menyelamatkan Hyeon-seo dan bertarung dengan monster menyeramkan itu di sarangnya.

Spoilerfor nomor 5:
Atambua 39 Degree Celsius (Indonesia / 2012)

Seperti yang udah ane bilang dari awal. Thread ini berisi Film Bahasa Asing Terbaik versi ane. Jadi nggak salah dong kalo ane masukin film karya Riri Riza ini. Meskipun film ini adalah film Indonesia, tetapi film ini menggunakan bahasa Tetun dan Portugal sebagai bahasa pengantarnya.
Film yang dibintangi Gudino Soares, Petrus Beyleto dan Putri Moruk ini bercerita tentang Ronaldo Bautista, 47 th, mulai bekerja sejak sebelum fajar. Ia sopir bus antarkota dan Joao, anaknya yang berusia belasan tahun, terpisah dari ibunya sejak referendum Timor Timur 10 tahun lalu.

Joao yang tidak dekat dengan ayahnya, senang berada di luar rumah. Sampai suatu hari Nikia Dos Santos, gadis Kupang, datang ke Atambua karena kakeknya meninggal. Joao tertarik pada Nikia, tapi tidak tahu cara untuk mengungkapkan perasaannya.

Karena mabuk saat sedang kerja, Ronaldo dipecat dan kemudian masuk penjara karena pertengkaran di sebuah rumah bilyar. Pada saat yang sama, Nikia pulang kembali ke Kupang, setelah Joao berusaha mengungkapkan cintanya secara kasar dan berlebihan. Joao sangat terpukul. Ia berusaha mendapat uang untuk membebaskan ayahnya dan mencari Nikia di Kupang.

Ronaldo pulang ke rumah yang kosong. Di kamar anaknya ia menemukan kaset-kaset berisikan suara ibunya yang sering didengar oleh Joao. Mendengar kaset itu, Ronaldo menyadari bahwa ia merasakan kehilangan yang sama dengan anaknya. Sementara di Kupang, Joao menemukan kenyataan hidup Nikia yang tragis.

Ronaldo, Joao, dan Nikia bergulat dengan kepedihan luka-luka lamanya. Salah satu dari mereka harus bisa menyelematkan yang lain.

Quote:
Spoilerfor nomer 4:
Le Grand Voyage (Perancis / 2004)

"Why didn't you take a plane for your pilgrimage ?"
1 mobil. Satu supir. Satu penumpang. Belasan negara. Ratusan teman. Ribuan mil. Dan, pengalaman yang tak terhitung. Udah berkali kali ane nonton film ini, dan entah kenapa, ane nggak pernah bosen. Film ini emang nggak terlalu terkenal. Film ini gak diputar di jaringan bioskop 21 Cineplex. Film ini pernah disiarkan di Metro TV dan Global TV hampir setiap menjelang Idul Adha.
Film ini menceritakan tentang Perjalanan darat ayah-anak (Reda) untuk mengantar ayahnya naik haji. Mengendarai mobil Peugeot kuno (warna biru kecuali pintu kanan-muka kuning) dari Prancis ke Arab Saudi. Melewati kota-kota Eropa. Melewati banyak bahasa. Budaya. Ketaksalingpengertian. Milan, Slovenia, Balkan, Bulgaria, Turki, Syria, Jordan, Mekkah.

Dua orang. Dua watak. Ayah tak bisa membaca, tapi bersikukuh sebagai pimpinan perjalanan. Mengatur uang. Mengatur makanan. Mengatur kapan waktu istirahat dan kapan jalan. Sementara anak dengan pikirannya yang tetap nempel di Prancis.
Sedangkan anaknya yang sudah terbiasa hidup dengan sekularisme dan gaya hidup hedon di Perancis yang tidak mengenal agama.
Perjalanan panjang lebih dari 5000 km menemui banyak rintangan dan kisah. Saat di Kroasia, mereka dihampiri oleh seorang wanita tua misterius yang meminta tumpangan menuju ke sebuah kota yang namanya tak ada di peta. Wanita ini benar-benar aneh, bahkan dia bisa melewati pos perbatasan tanpa diperiksa. Karena Reda merasa ketakutan, dia sempat beberapa kali meminta ayahnya untuk menurunkan saja wanita misterius ini. Namun ayahnya menolak, dan akhirnya mereka tiba di Turki. Disini mereka harus terlibat perdebatan dengan seorang petugas karena dokumen Reda tidak valid. Beruntung ada seorang yang fasih berbahasa Perancis dan Turki menolong mereka. Namun akhirnya orang tersebut malah mencuri uang mereka.
Dengan persediaan minim, Reda malah menghambur hamburkan uangnya di klub malam di Damaskus. Sang ayah pun marah, tetapi ia mengampuni Reda karena Reda meminta maaf. Akhirnya, mereka dapat sampai di Mekkah dan bertemu dengan banyak haji backpacker lainnya.
Film ini diakhiri dengan kematian ayah Reda saat menunaikan ibadah haji. Film ini adalah salah satu film Perancis yang wajib agan tonton

Lanjut Dibawah gan...
Quote:
Spoilerfor nomer3:
Son of Babylon (Iraq / 2010)

Son of Babylon merupakan film tahun 2010 yang berasal dari Irak dan disutradarai oleh Mohamed Al-Daradji, menceritakan Ahmed (Yasser Talib), seorang anak berumur 12 tahun yang baru saja mendapati kabar ayahnya masih hidup setelah menghilang sejak perang teluk pada tahun 1991. Bersama dengan neneknya (Shazada Hussein), Ahmed pun segera bertolak dari desanya untuk mencari sang ayah, mengembara dari pegunungan Kurdistan sampai tanah Babilonia. Sang nenek yang hanya fasih berbahasa Kurdi, tidak bisa bahasa Arab dan mengandalkan Ahmed untuk berkomunikasi dengan orang lain agar sampai di tempat tujuan, termasuk meminta tumpangan kepada seorang tua pengemudi truk yang mereka temui. Film yang berlatar belakang tahun 2003, 2 minggu setelah kejatuhan rejim Saddam Hussein ini pun dibuka dengan segala sarkasme dan hujatan pak tua ini yang dilayangkan kepada rejim tersebut. Mohamed pun segera memperlihatkan kepada penonton sebuah gambaran perang yang hanya melahirkan kepahitan, kehancuran dan kematian. Sambil dibuat tertawa oleh kata-kata kasar yang keluar dari mulut seorang tua yang sinikal ini, kita juga akan larut terbawa oleh suasana kelam Irak yang terkoyak.
Perjalanan yang penuh rintangan bagi seorang nenek dan cucunya, Ahmed, yang baru kali pertama ini melihat dunia yang sebenarnya termasuk mengetahui keberadaan sang ayah yang seumur hidupnya terkubur dalam kenangan kasar.

Film yang terpilih mewakili Irak untuk ikut serta dalam ajang Academy Awards ke-83 di kategori Film Berbahasa Asing Terbaik ini memang tidak muluk-muluk dalam soal cerita yang terbilang hanya bermodalkan sebuah plot yang sederhana, sesederhana niat Ahmed dan neneknya mencari orang yang mereka sayangi. Namun Mohamed sanggup mengisi setiap menit menuju 90 menit durasi-nya menjadi kisah yang teresekusi dengan baik, plus dengan pengemasan ala dokumenter, hembusan angin debu dan ratapan tangis para janda yang ditinggal mati suaminya makin terasa nyata.
Yang paling Ane suka dari film ini adalah Son of Babylon tidak memaksa penonton untuk menangis melihat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Irak melalui cerita yang berfokus pada Ahmed dan neneknya.
Film ini juga mengajarkan sebuah arti dari memberikan maaf pada orang lain yang pernah menyakiti, walaupun orang tersebut bagian dari anggota militer Saddam yang dahulu pernah ikut dalam membantai suku Kurdi, sang nenek yang awalnya menutup hatinya akhirnya bisa perlahan membuka pintu maaf pada “musuh”.Son of Babylon adalah sebuah permata di tengah gurun, sebuah oase yang menyegarkan rasa haus kita akan pelajaran hidup.

Spoilerfor nomer 2:
A Separation (Iran / 2011)

Sutradara andal asal Iran, Asghar Farhadi, sukses menciptakan sebuah film yang menarik perhatian para sineas dan kritikus film internasional. Film yang diberi judul A Separation berhasil menyabet piala Oscar untuk kategori film berbahasa non-Inggris terbaik pada tahun 2012 dan 55 buah piala lain, termasuk di antaranya Golden Globe, Asia-Pasific Screen Award, Golden Bear, dan British Independent Film Award.
Kisah A Separation sendiri dimulai dengan proses perceraian antara pasangan suami istri yang berasal dari kelas sosial menengah, Nader (Peyman Moaadi) dan Simin (Laila Hatami), di sebuah pengadilan agama Iran. Sebenarnya, seperti yang diungkapkan oleh sang hakim, konflik yang terjadi dalam rumah tangga Nader dan Simin sangatlah sederhana, dan hanya membutuhkan satu pihak yang memulai untuk melakukan gencatan senjata. Simin ingin untuk mengajak keluarganya berangkat keluar dari Iran, khususnya setelah permohonan visa yang telah lama ia ajukan akhirnya disetujui. Namun, keinginan tersebut ditolak oleh Nader karena ayahnya (Ali-Asghar Shahbazi) yang telah berusia sangat lanjut dan terkena Alzheimer’s. Simin akhirnya meninggalkan kediamannya bersama Nader – meninggalkan puteri mereka satu-satunya, Tarmeh (Sarina Farhadi), dan ayah mertuanya yang sangat menyayanginya serta sempat memohon agar dirinya untuk tidak pergi – untuk kemudian kembali ke rumah orangtuanya sambil menunggu proses perceraian usai.
Ditinggalkan Simin, Nader kemudian menyewa Razieh (Sarah Bayet), seorang wanita paruh baya nyang berasal dari kelas sosial bawah, untuk merawat sang ayah ketika dirinya dan Tarmeh sedang beraktivitas di siang hari. Sebenarnya, kediaman Nader yang cukup jauh, dan upah yang diberikan olehnya, membuat Razieh sempat memutuskan untuk melepaskan pekerjaan tersebut. Apalagi, mengingat dirinya merupakan seorang umat Islam yang taat, Razieh berpendapat bahwa tidaklah baik bagi dirinya untuk merawat seorang pria seorang diri di sebuah tempat yang asing. Pun begitu, mengingat sang suami, Hojjat (Shahab Hosseini), adalah seorang pengangguran. Konflik mulai terbentuk setelah Nader menuduh Razieh telah melakukan sebuah perbuatan kriminal dan akhirnya menjerat Nader, Simin, Razieh dan Hojjat dalam permasalahan hukum yang panjang dan berliku.
Berjudul asli Jodái-e Náder az Simin, A Separation merupakan sebuah karya yang akan begitu mampu menghipnotis para penontonnya. Seperti halnya Carnage arahan Roman Polanski yang berhasil membawa penontonnya ke dalam dunia komedi satir dengan sindiran-sindiran terhadap kondisi sosial masyarakat dunia saat ini lewat permasalahan yang dialami oleh karakter-karakter di film tersebut, Asghar Farhadi juga membuat A Separation sebagai sebuah gambaran jujur mengenai bagaimana dua kelas sosial masyarakat yang berbeda saling berinteraksi ketika mereka sedang menghadapi permasalahan dan dituntut untuk melakukan pembelaan diri melalui cara pandang mereka yang saling berbeda jauh. Penuh kepedihan namun ditampilkan dengan begitu jujur, A Separation adalah sebuah drama yang disajikan dengan minimalis namun mengandung pesan tersirat yang begitu kompleks dan akan mampu membuat para penontonnya memikirkan film ini jauh setelah mereka selesai menyaksikannya.
Secara keseluruhan, film tersebut memang patut mendapat banyak pujian. Namun, perlu diingat bahwa A Separation dapat dikatakan sebagai film drama yang berat. Sangat sulit, bahkan mustahil rasanya untuk menemukan canda tawa dalam film tersebut. Di luar konflik dan berbagai emosi negatif yang ditampilkan, A Separation patut dieksplorasi dan menjadi perkenalan yang sempurna ke dalam industri perfilman Iran.

Quote:
Spoilerfor Nomor 1:
Children of Heaven (Iran / 1997 )

Children of Heaven (bahasa Persia: بچه‌های آسمان) adalah sebuah film Iran tahun 1997 yang ditulis dan disutradarai oleh Majid Majidi. Film ini dinominasikan dalam Academy Award untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik pada tahun 1998.
Hampir semua orang Indonesia pernah menonton film ini. Film ini berkali kali disiarkan di beberapa stasiun TV di Indonesia. Ya, meskipun sudah menontonnya berkali kali, tapi film ini tetap tidak membuat saya bosan untuk menontonya. Film ini menceritakan tentang Seorang anak kecil bernama Ali Mandengar (diperankan oleh Amir Farrokh Hashemian) hidup sangat sederhana di tengah-tengah keluarga bersama dengan kedua orang tuanya dan kedua adiknya.
Pada suatu ketika, di sebuah tempat sol sepatu Ali bermaksud mengambilkan sepatu adik pertamanya Zahra karena selesai diperbaiki. Kemudian ketika hendak membeli kentang di sebuah warung sepatu adiknya tersebut hilang terambil oleh seorang pemulung. Ia kebingungan.
Saat menceritakan kejadian itu kepada adiknya, adiknya menangis dan meminta Ali mencari sepatunya karena ayahnya tak mungkin mampu membelinya lagi. Ali berusaha mencarinya namun tak berhasil.
Sebagai pertanggung jawabannya Ali bersedia meminjamkan sepatunya kepada adiknya (Zahra) tersebut dengan cara bergantian memakai saat sekolah yaitu dipakai Zahra pada pagi hari dan Ali memakainya di siang hari. Ini mengakibatkan Ali sering terlambat masuk sekolah dan mendapat masalah.
Zahra masih berusaha mencari…akhirnya ia menemukannya dalam kedaan terpakai oleh anak lain dan setelah ditelusuri anak tersebut ternyata anak seorang tuna netra. Akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk mengambil kembali sepatu tersebut dan mereka berdua terus bergantian sepatu setiap harinya.
Suatu hari diadakan kejuaraan lari jarak jauh antar sekolah dengan hadiah ketiga berupa sepatu olah raga. Ali sangat bersemangat mengikuti lomba ini, karena ia sangat membutuhkan sepatu itu, yang rencananya akan ditukar dengan sepatu wanita, untuk diberikan kepada Zahra, adiknya tercinta.
Ali mengikuti kejuaraan tersebut meskipun pendaftarannya agak terlambat , namun diterima. Ia terus berusaha lari sekuat tenaga…lari dan terus lari…dan pada akhirnya ia justru memenangkan juara pertama…

sumber

0 komentar

trima kasih telah berkomentar
salam damai
dari petrus siahaan