14/08/2013

Misteri kasus pembunuhan Franceisca Yofie

13:00:00


seminggu lebih setelah peristiwa pembunuhan yg menimpa branch manager sebuah perusahaan leasing PT Venera Finance perlahan-lahan mulai terkuak, berikut kronologisnya

Sadis! Wanita Cantik Tewas Dibacok dan Diseret Motor di Bandung
Bandung, - Wanita berparas cantik menjadi korban penganiayaan sadis di Bandung. Pelaku tak dikenal membacok dan menyeret wanita muda yang tanpa mengantongi identitas.

Peristiwa ini terjadi di dekat Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, beberapa saat warga setempat berbuka puasa atau sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (5/8/2013).

"Korban berusia sekitar 20 hingga 25 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya luka terbuka karena dibacok. Saksi melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan," jelas Kapolsek Sukajadi AKP Suminem di kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Polisi hingga kini masih mengidentifikasi jasad wanita berhidung mancung dan berkulit putih itu. "Kami masih mencari identitasnya. Sebab tidak ditemukan tanda pengenal," jelas Suminem.

Ia menyebut, saat ditemukan sekarat di tempat kejadian perkara oleh warga, korban menggunakan baju blezeer hitam dan celana panjang katun hitam. "Baju dan celananya sobek-sobek karena bekas diseret. Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Suminem.

Pantauan detikcom, pukul 21.00 WIB, warga masih berkurumun di lokasi kejadian. Menurut warga sekitar, Denin (21), wanita itu ditemukan sekarat dengan posisi tertelungkup di tengah jalan berbeton. "Wajahnya geulis (cantik). Tapi enggak ada warga yang mengenalnya," kata Deni.

Korban kini berada di kamar mayat di RSHS Bandung setelah diangkut menggunakan mobil patroli polisi. Bagian kaki hingga dada korban terdapat lebam lantaran bekas seretan. Polisi masih menyelidiki perkara tersebut.
sumber:http://news.detik..com/read/2013/08/05/214631/2324766/10/sadis-wanita-cantik-tewas-dibacok-dan-diseret-motor-di-bandung?n992204fksberita

Spoilerfor Selasa, 6 Agustus 2013:

CCTV di Sekitar Lokasi Pembunuhan Sisca Diperiksa

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Pada saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang kasus pembunuhan Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Kepolisian memeriksa beberapa closed circuit television (CCTV) yang terpasang di beberapa lokasi dekat kejadian, Selasa (6/8). Mulai dari tempat korban diseret hingga tempat korban ditelantarkan dan diduga dibacok pelaku.

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi berhasil menemukan ceceran darah dan potongan rambut yang diduga milik korban. Polisi pun tidak menemukan barang korban yang hilang.

"Tidak ada barang yang hilang. Dari hasil olah TKP ulang ini, jarak dari pertama kali diseret sampai ditemukan oleh warga itu, jaraknya sekitar 1 kilometer. Dalam CCTV terlihat ada yang bergerak, namun tak terlihat jelas karena gelap. Tapi, kami masih dalami lagi," ujar Kapolsek Sukajadi, AKP Sumi kepada wartawan di lokasi olah TKP di kawasan Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Bandung.

Kepolisian melakukan olah TKP ulang di lokasi tewasnya Sisca pada Senin (5/8) malam. Meski beberapa saat, usai peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, polisi sudah melakukan olah TKP. Namun saat itu, sempat terkendala kurangnya alat penerang dan lokasi yang gelap, membuat Kepolisian sedikit mengalami kesulitan.


Spoilerfor Selasa, 6 Agustus 2013:

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, -- Keluarga membawa jasad Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Setelah menginap semalam di Kamar Mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Seorang wanita paruh baya yang disebut sebagai kakak dari jasad wanita yang bekerja sebagai Branch Manager PT Verena Multi Finance Tbk itu dipapah seorang pria yang juga masih kerabat korban, tak henti menangis. Keduanya, berjalan di depan peti mati berwarna putih yang berisi jasad Sisca lalu masuk ke mobil ambulans.

"Tadi yang mengurus administrasi, keluarganya atas nama Elfie. Dari keterangan dia, langsung dibawa ke rumah duka Nana Rohana," ujar salah seorang petugas kamar mayat RSHS.

Warga sempat menolongnya dan wanita yang belakangan diketahui bernama Sisca ini mengembuskan napas saat dalam perjalanan ke RSHS.

Korban yang berusia 34 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya mengalami luka terbuka diduga karena luka bacokan. Saksi di lokasi kejadian, tak jauh dari Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Bandung sempat melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekitar pukul 22.00. (dic)

Spoilerfor Rabu, 7 Agustus 2013:

Psikolog Forensik: Pembunuh Sebatas Ingin Cederai Sofie
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaku pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie, manajer salah satu perusahaan multifinance di Bandung, Senin (5/8/2013) lalu, masih diidentifikasi polisi.

Polisi juga masih mendalami dan menyelidiki kemungkinan apakah pembunuhan yang dilakukan dengan cara cukup sadis ini, dilakukan dengan terencana atau tidak.

Namun Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan, setelah menganalisa kasus ini, ia justru menduga, niat pelaku awalnya hanya ingin sebatas mencederai korban saja atau tidak ingin sampai membunuh korban.

Pencederaan pada korban, kata Reza, sangat mungkin ingin dilakukan maksimal atau sampai membuat korban cacat permanen sekaligus menghilangkan kecantikannya.

Tidak adanya niat membunuh korban, menurut Reza, bisa dilihat dari cara pelaku dalam menyiksa korbannya, yakni dengan membacok korban dibagian yang tidak mematikan.

Bahkan, pelaku menyeret korban dengan sepeda motor hingga 1 km, yang tentunya akan meninggalkan jejak atau bukti-bukti tentang pembunuhan.

"Kenapa pelaku melukai dahi korban yang jelas-jelas tidak mematikan, Kenapa juga pelaku menyeret korban, dan bukan meninggalkan korban? Melukai dahi dan menyeret korban, sangat tidak efisien jika sejak awal pelaku memang berniat membunuh korban," kata Reza kepada Warta Kota, Rabu (7/8/2013).

Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Universitas Indonesia ini, menjelaskan dalam aksi kejahatan apalagi pembunuhan, pelaku akan melakukannya dengan cara yang paling efisien yakni dengan cepat melarikan diri dan meninggalkan bukti sesedikit mungkin. "Tapi dalam kasus di Bandung ini, pelaku tidak memenuhi misi efisiensi itu," kata Reza.

Karenanya, Reza, memastikan peristiwa ini bukanlah intentional murder yakni dimana sejak awal pelaku memang berniat ingin menghabisi atau membunuh korban.

"Ini sepertinya bukan intentional murder, namun collateral damage dimana niatan sebatas mencederai, akhirnya menjadi tragedi atau menjadi accidental murder. Pelaku sepertinya kebablasan. Emosi pelaku meluap hingga merusak rencana awal mereka," papar Reza.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi mata, dipastikan pelaku menyeret Sisca Yofie dengan menggunakan sepeda motor sejauh 1 km.

Pelalu juga membacok kening dan wajah Sisca sembari menyeretnya dengan sepeda motor. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan saat ditemukan, kondisi wanita cantik 34 tahun itu, sangat mengenaskan dengan wajah dan tubuh penuh luka gores dan memar.

Saat itu, Sisca masih bernyawa dan kondisinya sekarat. Sisca yang bersimbah darah dengan wajah dan tubuhnya penuh luka, sempat berada di lokasi kejadian, sekitar satu jam lebih, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.

Spoilerfor Kamis, 8 Agustus 2013:

Usut Pembunuhan Sadis Franceisca Yofie alias Sisca, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polisi membentuk tim khusus pemburu pelaku pembunuhan terhadap Franceisca Yofie alias Sisca yang dibunuh secara kejam di Cipedes Tengah, Bandung pada Senin (5/8/2013).

Hal tersebut itu disampaikan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno saat dihubungi wartawan, Kamis (8/8/2013).

“Kami membentuk tim khusus yang di back up oleh Polda. Itu sesuai dengan instruksi Kapolda,” ujar Sutarno.

Saat ini polisi masih fokus mencari bukti-bukti melalui lama facebook korban, yaitu https://www.facebook.com/franceisca.yofie

Spoilerfor Jumat, 9 Agustus 2013:

Polisi: Sudah Ada yang Mengaku Pembunuh Sisca

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian akhirnya menemukan titik terang terkait siapa pelaku misterius pembunuhan sadis terhadap Fransisca (Sisca), yang dibunuh di Jalan Cipedes RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/8/2013) lalu.

"Ada titik terang. Sudah ada yang mengaku kalau dia yang membunuh. Tapi perihal identitasnya siapa orang itu masih belum tahu," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Sabtu (10/8/2013) di Mabes Polri.

Lalu saat ditanya terkait pengakuan seseorang yang mengaku membunuh Sisca, Ronny menjawab belum mengetahui secara rinci. Namun Ronny memastikan memang hari ini ada yang mengaku pada penyidik terkait pembunuhan sadis tersebut.

"Soal cara pengakuannya telpon atau datang menyerahkan diri juga belum tahu. Saya hanya dapat informasi dari penyidik ada yang mengaku," tegas Ronny.

Ronny menjelaskan nantinya pengakuan dari orang tersebut akan dikembangkan oleh penyidik. Namun pastinya penyidik juga tidak akan percaya seratus persen pada pengakuan tersebut.

Dikatakan Ronny, pengakuan itu nantinya akan dibuktikan lagi dengan keterangan para saksi dan barang bukti yang ada. Termasuk pula apakah pelakunya tunggal atau ada yang lain.

"Pengakuannya akan dibuktikan, dicocokkan. Kalau seandainya pelakunya berkelompok, kalau yang ngaku hanya satu kan bisa kita cari lagi yang lainnya. Bisa juga pelaku ini suruhan atau memang pelaku yang memang berhubungan langsung dengan korban," kata Ronny.


ada kaskuser yg komen begini

Quote:Original Posted By dj_waxx


jgn percaya yg media beritakan gan... beberapa hari sebelum siska terbunuh, ada kejadian yg luput diberitakan, pertengkaran tentang perselingkuhan, dan pertengkaran yg terjadi di media sosial milik siska yg berhubungan dengan salah 1 pejabat POLDA, dan menurut sumber yg berbicara dgn saya, sepertinya kasus ini tidak akan (secara sengaja maupun tidak) diungkap sampai ke intinya... mungkin hanya akan berakhir sampai ditangkapnya sang eksekutor (pembunuh bayaran) atau joki hukuman (jasa tahan badan)

contoh simpel : baru 10 menit lalu saya lihat di salah 1 siaran televisi swasta RC*I, yg memberitakan bahwa ini adalah kasus perampokan... namun, mobil yg SISKA yg diparkir di depan kost2an tempat SISKA dijemput oleh eksekutor tidak dicuri padahal pintu terbuka, kamar kost2an pun masih lengkap tidak ada yg dijarah... silakan dinilai saja sama agan... apakah perampok biasa mau menggusur korban sejauh 500m dari kostan dan mencuri perhatian penduduk hanya untuk sebuah dompet?

percaya atau tidak saat kejadian berlangsung, TKP eksekusi tidak sesepi yg diberitakan (sumber: CCTV seberang KOST)


Spoilerfor Sabtu, 10 Agustus 2013:

Spoilerfor Minggu, 11 Agustus 2013:


Quote:Original Posted By elliotwave

copas dari kompas
Si Jampang
Senin, 12 Agustus 2013 | 23:35 WIB
Kata teori, semakin cantik simpanannya - semakin tinggi pangkatnya! Apa iya pantas pangkat Brigadir Kepala? Ya tho ?

copas dari kompasiana

SISCA DENDAM KE OKNUM AB KARENA OKNUM AB ITU TELAH MENYERET IBUNDA SISCA KE POLISI. DAN IBUNDA SISCA MENINGGAL GARA2 OKNUM AB JUGA. OKNUM AB ADALAH KEKASIH SISCA DULUNYA DAN SAMPE MEMILIKI 1 ANAK YG BERNAMA AFGAN. KELUARGA TDK BERANI CERITA KRN OKNUM AB ADALAH SALAH SATU PERWIRA TINGGI. AYO PROPAM INVESTIGASI TERUS. PUBLIK BANDUNG MENDUKUNG ANDA

Copas dari koment detik mungkin bisa menjadi petunjuk

Spoilerfor Senin, 12 Agustus 2013:

Terungkap, Hubungan Khusus Sisca dengan Anggota Polisi

Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.

"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).

Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta seperti yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.

Spoilerfor Senin, 12 Agustus 2013:

Sang Polisi Teman Dekat Sisca Diperiksa Propam

Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.

"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).

Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta seperti yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sisca menjadi korban pembunuhan di kawasan Cipedes, Bandung, beberapa waktu lalu. Sisca yang kritis ditemukan warga tak jauh dari lokasi kosnya dalam kondisi penuh luka. Sisca mengembuskan napas terakhir di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Spoilerfor Senin, 12 Agustus 2013:

Kompol A Kirim Anak Buah Kuntit Terus Gerak-gerik Sisca

Bandung - Kompol A ternyata selalu membayangi langkah Sisca Yofie (34). Informasi yang diperoleh kepolisian, perwira di Polda Jabar itu menurunkan anak buahnya menguntit gerak-gerik Sisca, sang kekasih.

"Kompol A menyuruh anak buahnya mengamati korban. Satpam di kompleks itu mengakui. Anak buah Kompol A berpangkat bintara inisial EE," jelas Kapolrestabes Kombes Pol Sutarno di kantornya, Selasa (13/8/2013).

Sisca sudah menjauh dari Kompol A yang sudah beristri. Tapi sang pacar tak mau putus, Sisca bahkan sampai pindah kos 3 kali.

"Sudah lama anak buahnya disuruh mengamati Sisca," jelas Sutarno.

Tapi, lagi-lagi Sutarno menegaskan, walau melakukan tindakan demikian tak ditemukan kaitan pembunuhan dan penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan dengan A.

"Tak ada kaitan Kompol A dengan pembunuhan Sisca," tutupnya.

Spoilerfor Selasa, 13 Agustus 2013:

Sisca Pindah Kos 3 Kali Guna Hindari Kompol A

Bandung - Sisca Yofie (34) berusaha menjauh dari Kompol A. Sisca beberapa kali berpindah-pindah kos. Sisca kabarnya ketakutan dan sengaja menjauhi A.

"Berpindah kos, memang betul begitu informasinya. Tiga kali pindah kos. Alasannya tak tahu. Tapi dugaan dari oknum itu. Saya menduga, Sisca menghindar," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (13/8/2013).

Sutarno mendapat informasi, Sisca sudah tak mau lagi bertemu A. Namun sang kekasih yang sudah beristri dan bertugas di Polda Jabar selalu mengejarnya.

"Dalam catatan dia nggak mau ketemu lagi. Oknum seolah mengejar seperti dalam surat," jelas Sutarno.

Polisi mengamini bahwa ditemukan surat dan foto-foto keduanya di kamar Sisca. Sang perwira itu juga sudah diperiksa Propam Polda. Namun belum ditemukan adanya kaitan pembunuhan yang dilakukan tersangka Ade dan Wawan dengan A.

Spoilerfor Selasa, 13 Agustus 2013:

Polisi pastikan Kompol A tak terlibat pembunuhan Sisca

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno memastikan Kompol A tidak terlibat dalam pembunuhan manajer cantik Sisca Yofie (30). Sebab, polisi tidak menemukan bukti kuat kaitan Kompol A dengan tewasnya Sisca.

"Tidak ditemukan bukti-bukti hukum pasti. Contohnya gini kalau anda punya pacar, terus anda berantem dan pulang pacar anda sudah tewas, apakah anda pelakunya? Kan belum tentu," ujar Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Selasa (13/8).

Menurutnya, hasil pengembangan awal memang ada dugaan keterlibatan Kompol A. Tapi proses berjalan hingga akhirnya tidak ditemukan bukti dan fakta bahwa Kompol A menjadi dalang tewasnya Sisca.

"Apalagi sekarang sudah ada pengakuan dari pelaku bahwa itu murni dilakukan sendiri tanpa ada yang menyuruh," ungkapnya. Dia menerangkan sejauh ini motif pelaku murni tindak pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seseorang.

Sementara itu Wawan eksekutor pembunuh Sisca mengaku bahwa itu tindakan murni pencurian. "Ga ada yang nyuruh," ungkapnya. Wawan menambahkan motif penjambretan dilakukan karena butuh uang. Terkait golok yang dibawanya, kata dia, bahwa senjata tajam itu hanyalah untuk menjaga diri.

"Saya bawa golok untuk jaga diri saja," ujar Wawan yang bekerja sebagai pengepul barang bekas.

Atas perbuatannya Wawan dijerat Pasal 365 ayat (4) KUHP dan Pasal 338. Wawan dan Ade terancam hukuman mati.

Kompol A adalah perwira polisi yang diduga menjadi kekasih gelap Sisca Yofie. Perwira polisi ini sudah memiliki istri, kemudian berselingkuh dengan manajer cantik tersebut. Saat sudah putus, Kompol A dikabarkan masih saja mengejar-ngejar Sisca bahkan memata-matainya.


updated soon if possible

Quote:Original Posted By beberapa foto korban semasa hidup





Spoilerfor twitter sisca terakhir:


0 komentar

trima kasih telah berkomentar
salam damai
dari petrus siahaan